Pinasthika 2008 : Betapa Mahalnya Ide Brilian

By davidmboys

Jogja pantas berbangga memiliki ajang “adu kreatif’ Pinasthika. Sebagai festival insan periklanan bertaraf nasional Pinasthika tetap mengusung semangat lokalitas. Tahun ini rangkaian acara dipusatkan di Hotel Melia Purosani (lagi). Kecuali awarding nightnya yang diadakan di Monumen SO 1 Maret.

Sejak awal digaungkannya Pinasthika ini saya benar2 tertarik untuk mengikuti geliat persaingan ide para pendekar periklanan baik tingkat nasional, lokal maupun Adstudent. Ada peningkatan yg cukup signifikan pada kuantitas peserta, apalagi untuk kategori Adstudent yang entry-nya mencapai 232 karya. Sayangnya dari 7 finalis yang lolos tak ada satupun mahasiswa UGM (umumnya yang lolos adalah muka2 lama Pinasthika tahun lalu). Memang cukup mengecewakan, tapi jika melihat kualitas para finalis memang harus diakui ide2 mereka sangat kuat. Meski pada saat presentasi tugas (produknya “Sate Klathak”) tampaknya beberapa finalis masih kurang maksimal. Mungkin karena waktu mereka yang mepet!

Khusus untuk hari ke-2 saya mengikuti seluruh acara mulai dari dibukanya Expo sampe “kukut”! Ada 2 seminar yang saya ikuti.

Seminar 1 bertema “Tactic & Strategy To Explore Target Market Effectively” dengan pembicara Asto Sunu Subroto (CEO Mars Research Specialist) dan Slamet S. Sarwono (Dosen Atmajaya Yogyakarta).

Seminar 2 bertema “Creative Strategy In Media” dengan pembicara Achjuman A. Achyadi (CEO Carat Indonesia) dan  Janoe Arjanto (CEO Dentsu Strat Indonesia)

Kedua seminar tersebut sebenarnya mempunyai benang merah yang sama, yakni ternyata dalam membuat iklan tersebut tidak sekedar memikirkan ide kreatif saja tapi banyak sekali faktor yg harus diperhatikan. Apalagi dengan berkembangnya media maka berkembang pula perilaku konsumen. Sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah pemahaman terhadap data2 perilaku konsumen dan  jenis2 media yang tepat. Pengertian media pun melebar menjadi titik2 komunikasi, sehingga muncul istilah-istilah 360 degree Planning dan Holistic Planning (whehehe bingung to? makane melu seminar pinasthika!). Lebih hebat lagi ketika Mas Janoe memaparkan  Etno Planning sebagai strategi alternatif yang pastinya akan sangat berguna untuk menjaring target pasar yang pluralistic seperti Indonesia ini. Tapi bisa nggak ya mahasiswa menerapkannya dalam mengerjakan tugas2 periklanan di kampus???

Ada yang unik dari acara Pinasthika hari ke-2 ini. Berhubung hari itu hari Jumat maka acara di sela dengan ibadah sholat Jumat. Yang unik adalah ketika sang Khotib ternyata juga salah satu “orang iklan”, sehingga ceramah yang diberikan tidak lepas dari istilah2 iklan, seperti bagaimana seorang copywriter harus bisa mengajak membuat kata2 yang bisa mengajak pada kebaikan! hehehe… padahal kan mayoritas copy pada iklan di Indonesia penuh dengan tipu muslihat dan terbilang lebayyy!

Yang paling menyenangkan dari hari itu adalah ketika di setiap jeda seminar selalu diisi oleh launching buku. ada 2 buku yang dilaunching, yaitu buku “Komunikasi Cinta” karya ayah Djito Kasilo dan buku “Jualan Ide Segar” karya M. Arief Budiman. Sekarang makin banyak praktisi iklan Indonesia yg berinisiatif menerbitkan buku, tentu saja ini angin segar bagi mahasiswa yang selama ini ‘kekurangan’ referensi bacaan ttg iklan terutama yg merupakan karya anak negeri. Saya membeli buku Komunikasi Cinta bonus tanda tangan sang penulis. dan yang membuat saya senang lagi karena saya mendapatkan bukunya mas Arief “Jualan Ide Segar” dengan gratis tis tis…!!! Ketika launching Mas Arief membagikan 5 bukunya secara cuma2, dan kebetulan saya termasuk orang yang beruntung tsb. Thx ya mas Arief! Lumayan, kalo beli katanya harganya Rp 66.000.

Hehehe ga sia2 saya membayar Rp 200rb untuk mengikuti seluruh seminar Pinasthika pada hari ke-2 itu. Selain dapet ilmu, dapet pencerahan saat Jumatan, dapet banyak inspirasi dan yang pasti dapet hadiah buku gratisss! Memang ide itu mahal… jadi bisnis ide sangatlah menjanjikan!

Mari berpikir kritis dan terus berkarya!!!!

8 Responses to “Pinasthika 2008 : Betapa Mahalnya Ide Brilian”

  1. Arief Says:

    Sama-sama Mas, semoga buku Jualan Ide Segar-nya bermanfaat. Jika dibaca dan dipraktekkan, Insya Allah bakal dahsyat hasilnya. Salam buat temen-temen UGM. Jika ada kesempatan saya ingin diskusi buku disana. Makasih ya :)

  2. wib Says:

    makanya saya gak ikut, hehe…

  3. davidmboys Says:

    :: Mas Arief :
    makasih bukunya! makasih juga dah ditulis diblog Jualan Ide Segar! salut buat usahanya hingga jadi sesukses ini!
    kami tunggu karya2 selanjutnya!

  4. davidmboys Says:

    :: Mas Arief :
    makasih bukunya! makasih juga dah ditulis diblog Jualan Ide Segar! salut buat usahanya hingga jadi sesukses ini!
    kami tunggu karya2 selanjutnya!

    :: wib:
    makanya nabung biar dapet ilmu! terus ilmu itu bisa dikembangkan menjadi sesuatu yang menghasilkan! gitu! hahaha

  5. wib Says:

    waaaa…
    aku diceramahi…
    iya, pak ustad

  6. rzal Says:

    maap kalo pandangan aku berbeda ma finalis finalis itu.. hehe..
    kita emang gak lolos, cuma aku yakin apa yang kita lewati dalam hal pencarian ide, jauh lebih baik dari pada mereka. seenggaknya kita gak ngangkat hal – hal(pesan pesan) yang udah lama beredar di masyarakat.. hehe ya kita punya sudut pandang yang berbeda dibandingkan para finali itu, walopun sudut pandang kita ternyata beda dari apa yang di mau para juri. hehe.. jadi, sebenarnya iklan kita bagus gak ya vid? hehe

  7. rzal Says:

    ko komentarku gak nyambung ya..

  8. davidmboys Says:

    memang ide kita berbeda dengan para finalis. istilahnya kita udah ngelewatin beberapa layer!
    tapi bagaimanapun juga iklan itu harus mengacu pada brief! nah masalahnya mayoritas dari kita ingin mengupas brief tersebut terlalu dalam sampai2 (mungkin) jadi bias dan melenceng dari apa yang mereka minta.
    tapi ga papa zal, dari sini kan kita jadi tau gimana karakter orang2 iklan dalam menentukan pemenang kemarin!
    so tahun depan kamu harus dapet GOLD Ad Student ya Zal!!! hahaha…

Leave a Reply