Archive for January, 2009

TRAFFIC LIGHT KITA HEBAT!

January 8, 2009

Berhubung tiap hari naik motor saya senang sekali mengamati apapun yang ada di jalan. Kadang juga ngomong sendiri ngomentarin orang-orang yang melintas. Cukup dengan menutup kaca helm standard, saya bisa berekspresi sesuka hati. Mau nyanyi, ngomong sendiri, deklamasi, sampe mau ngupil juga bisa! Tak ada yang menggubris! (asal jangan naik motor sambil salto or kayang! Hehehe..)

Sekian tahun menikmati jalanan Jogja, banyak perubahan yang terjadi. Yang paling mencolok Jogja makin lama makin macet aja! (Bahasa gaulnya: Macan Tutul alias Macet Total!). Hidup makin susah tapi kok makin banyak yang punya mobil ya?

Untuk menanggulanginya pemerintah nggak kehabisan akal, jalan raya dilebarkan, trotoar disempitkan. (…kasian para “pengendara kaki”). Rambu-rambu lalu lintas diperbaharui, memang sudah selayaknya Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APIL) diperbaharui setiap 5 tahun. Yang menarik sekarang hampir semua lampu merah / traffic light (baru tau kalo traffic light itu bahasa Indonesianya “Lampu Merah”) diganti dengan model baru! Jenisnya bukan bohlam lagi, tapi menggunakan lampu jenis Light Emitting Diode, biasa disingkat dengan LED. Dikenal juga dengan Dioda cahaya, karena perangkat elektronik ini mampu menghasilkan cahaya. Light Emitting Diode adalah suatu semikonduktor yang memancarkan cahaya monokromatik yang tidak koheren ketika diberi tegangan maju. Gejala ini termasuk bentuk elektroluminesensi. Warna yang dihasilkan bergantung pada bahan semikonduktor yang dipakai. (Mudeng gak??? Saya juga bingung! Hehehe.. cuma nyukil dari www.total.or.id).

Konon katanya lampu jenis ini dapat menghemat energi hingga 50% bila dibandingkan dengan lampu neon atau bohlam. Daya tahannya bisa mencapai 100 ribu jam (neon rata-rata hanya sekitar 5-10 ribu jam). Nyalanya juga jauh lebih terang dan lebih ramah lingkungan. Diprediksi semua lampu di masa depan akan menggunakan lampu jenis LED. Tapi untuk saat ini LED belum direkomendasikan untuk rumah tangga, maklum harganya masih belum terjangkau.
Semoga saja lampu jenis LED ini dapat “sedikit” mengurangi pemanasan global! Mari bergerak selamatkan bumi!

KARENA SESUNGGUHNYA KITA BERADA DALAM GENERASI YANG BISA MERUBAH KEADAAN!

TUHUN BARU SEMANGAT BARU

January 1, 2009

Setahun tak bertemu blog ini rasanya seperti 365 hari tidak bertemu! (maksude opo??)

Tapi emang bener, dulu awal-awal rasanya seneng banget posting dan menuhin blog ini meski isinya gak karuan.. tapi sejak kejadian sore itu……..ziiiinnnnggggg…….

————-flashback—————

…4 months ago…

Saat itu saya dapet job ngeMC acara Tribute to Munir di Sunday Morning UGM. Acara berjalan lancar, orasi Mbak Suciwati membuat penonton seolah tertular semangat Munir untuk memperjuangkan HAM. (meski beberapa hari lalu kita berduka karena kasus Munir lagi-lagi mengalami antiklimaks setelah si tersangka dibebaskan).

Tragedi bermula ketika selesai acara, saya berniat ke SMA 8 untuk bermain futsal bareng teman-teman teater. Saya memacu shogun merah saya berkisar 60 km/jam, kebetulan jalan tak terlalu ramai, saya coba menikmati perjalanan sambil melepas lelah setelah seharian ngeMC. Berhubung perut laper saya berniat mencari warung wakan. Nyari warung yang bisa murah tapi tetep kenyang! (maklum bayaran ngeMC belum turun). Untungnya beberapa meter di depan ada angkringan yang nampak melambai-lambai seolah memanggilku. angkringan tersebut ada di kanan jalan sehingga saya harus memotong jalan. Lalu saya pelankan laju motor sambil kasih ritting kanan. Berhubung dari arah berlawanan jalanan ramai, saya berhenti di tengah.

Tapi tiba-tiba………………

Jelegeeerrrrrr!!!! (kurang seru..!!)

Dddddduuuuuuuuueeeeeeeerrrrrrrrrrrrrr!!!!!!!!!!!!!!!!! (masih kurang seru!!)

BBBBBBBBOOOOOOOOOOOOOOOMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Ccccciiiiiiiiiiiiiiitttttttttttttttt!!!!! (suara rem motor!)

Dari sebelah kiri ada motor ngebut dan ‘menyenggol’ motor saya………. spontan saya kaget sambil teriak, “B*J*NG*N…M*T*N*, S*!!!!” (umpatan bahasa jawa yang artinya kurang lebih: supir gerobak,matanya guguk!!! hehehe..jadi aneh kalo ditranslate ke bahasa Indonesia)

Untung saya saat itu bisa menjaga keseimbangan jadi nggak jatuh, tapi entah kenapa sepatu saya bisa mental jauh banget! Untungnya juga yang nabrak nggak jatuh dan nggak melarikan diri.. (kebiasaan orang jawa, meski terkena musibah masih bisa bilang “untungnya!”). Kemudian kami berunding masalah ganti rugi. Saya rugi karena pergelangan kaki saya terserempet, rasanya seperti keseleo (terkilir) susah digerakin. Motor cuma footstepnya aja yang agak bengkok. Sedangkan yang nabrak tedengnya (body depan) pecah lumayan parah akibat nyenggol footstep plus se”foot” saya juga! Setelah berunding “ngalor ngidul” (ngobrol ga jelas, tuker-tukeran no HP, email, friendster, facebook, alamat blog, hingga tuker-tukeran prangko) akhirnya diputuskan kita berdamai secara kekeluargaan.. alias kedua belah pihak menanggung kerugian masing-masing!

Awalnya saya ngerasa kaki saya cuma terkilir. Paling dipijitin tempat bang Udin juga sembuh sendiri… tapi ternyata… kaki saya membengkak jadi seperti ini………..

dsc029074

dsc029082

dsc029102

Karena panik saya langsung ke tempat Bang Udin -tukang pijit kenamaan di Jogja- dengan berlari sekuat tenaga…(hehehe boong banget! orang buat jalan aja susah!). Saya ke tempat Bang Udin diantar Genta alias Wib..(nuwun yo ta!) Sesampainya di sana kaki saya “diongklek-ongklek” terus Bang Udin bilang, “Ini paling 2 minggu juga sembuh!”. Fuuiiihhh…untunglah cuma dua minggu! Hati ini merasa sedikit tenang.. Lalu Genta dan beberapa teman mengantar saya pulang ke rumah. (Tapi sebelumnya anak-anak sempat main futsal dulu, sementara saya diterlantarkan di pinggir lapangan! cen dho munyuk kabeh!hehehe…).

Sampe di rumah ibu saya kaget melihat anak tercinta dalam keadaan mengenaskan (lebay dikit!). Beliau langsung menyuruh saya periksa ke rumah sakit. Maklum ibu saya masih agak kolot…beliau lebih percaya dokter dari pada sangkal putung! (hehehe…sebenarnya yang kolot siapa seh!). Sebagai anak yang berbakti, saya nurut ajak dibawa ke rumah sakit terdekat. Dan ternyata apa yang ditakutkan oleh ibu saya benar-benar terjadi……

Setelah diperiksa dengan peralatan super canggih, Pak dokter mengatakan bahwa saya….. Positif Hamillll!!!  (Dddduuuuueeeerrrrrr!!!! kilat menyambar-nyambar karena ternyata saya salah masuk kamar bersalin!)

Back to seriously… Setelah dirontgen, ternyata memang ada salah satu tulang di telapak kaki saya yang patah, meski tak terlalu parah sehingga tak perlu di gips atau disambung dengan platina. Dan yang bikin saya syock adalah ucapan Pak Dokter, “Kamu tidak boleh banyak jalan, kira-kira butuh waktu 4 bulan untuk penyembuhan!”

Ediiiiaaaaannnnnn… 4 bulan!!! berarti sekitar 120 hari saya harus istirahat di rumah! Kesepian ga ada kerjaan.. bisa-bisa membusuk “dirubung laler”!

Karena tragedi itulah, selama 4 bulan saya tidak pernah menjamah blog ini lagi……….. (Sebenernya alasan utama bukan karena kakinya ga bisa buat jalan ke warnet, tapi karena males dan ga ada duit aja! hehehe…)

Di tahun yang baru ini muncul semangat baru untuk menghidupkan kembali blog yang telah lama mati suri!

I AM COMING!!!!!!!!!